Terbongkarnya Misteri Segitiga Bermuda (Berdasarkan Fakta Ilmiah)


Segitiga bermuda atau triangle bermuda adalah gambaran segitiga imagener yang dibentuk oleh   Miami (di Florida), Puerto Rico (Jamaica), dan negara Bermuda. Segitiga bermuda ini telah berabad-abad menyimpan kisah yang tak terpecahkan. Misteri demi misteri bahkan telah  banyak terjadi termaksud yg dialami oleh pengelana samudera Christopher Columbus. 

Mulai dari adanya monster laut, UFO, hingga Lubang biru. Dilain sisi, segitiga bermuda juga telah banyak menelan kapal dan pesawat yang melintas di wilayah tersebut. Tak hanya itu, baik bangkai kapal ataupun pesawat hingga para awak dan penumpang tak satupun dapat di temukan. Inilah yang semakin menambah misteri segitiga bermuda.

Tetapi faktanya….
Penyelidikan terbaru yang dilakukan oleh program TV Discovery & National Geographic tahun 2011, menyatakan  bahwa terjadinya gangguan mesin, kompas & alat navigasi lainnya pada kapal dan pesawat yg melintas, karenakan adanya  daya magnet lokal (bukan magnet kutub) yang dihasilkan dari bawah kulit bumi pada daerah tersebut. Bukti baru ini, telah diselidiki oleh para ahli dengan citra satelit di daerah tersebut.
Medan magnet yang dihasilkan dapat menimbulkan gelombang elektromagnet dan dapat mempengaruhi alam sekitarnya hingga ke atas kerak bumi / permukaan bumi, yg kemudian membuat alat navigasi menjadi berantakan serta tak berfungsi sempurna.

Para ahli beserta pilot berpengalaman telah menyusuri daerah sekitarnya, yang membuktikan pula bahwa alat-alat navigasi dalam kokpit berubah dan terganggu. DiKarenakan  teknologi masa kini yg semakin canggih, maka dapat di pantau pula melalui satelit.

Dari citra satelit dengan infra red, ultra violet & lainnya yang memantau, terbukti bahwa di dalam kerak bumi pada daerah tersebut terdapat pusaran-pusaran lava panas yg menghasilkan gelombang-gelombang elektromagnet.

Akibat peralatan navigasi yang terganggu oleh medan magnet, membuat rute akan dituju mengubah halauan sang kapten dan pilot.

Hingga kini, tidak satupun ada orang yang selamat (survivor) dan berhasil ditemukan.
Pada masa lalu teknologi tak secanggih sekarang, bangkai pesawatpun tak berbekas sama sekali. Oleh sebab itulah, pada masa lalu, teori mengenai medan magnet lokal akibat adanya putaran-putaran lava di dalam kerak Bumi bukan hanya satu-satunya teori. Teori adanya campur tangan UFO atau pengaruh Geografi dan iklim (alamiah), masih merupakan beberapa teori lainnya tentang Segitiga Bermuda ini dimasa lalu.

Lalu muncul pertanyaan...
Mengapa dalam beberapa dekade ini tak ada lagi kecelakaan yang berarti di segitiga bermuda? Jawabannya adalah karena pada masa kini pesawat dan kapal laut tak lagi hanya menggunakan penunjuk arah yaitu Kompas saja. Namun, pada masa kini semua transportasi tersebut sudah menggunakan sistim navigasi GPS (Global Positioning System) yang dipandu oleh minimal 3 buah satelit.

Tapi, bagaimana dengan bangkai-bangkai kapal dan pesawat yang tak ditemukan? Nah, Bangkai-bangkai kapal apalagi pesawat tak semuanya dapat ditemukan karena dalamnya lautan di wilayah segitiga Bermuda.

Walau tak semuanya, namun nyaris semua posisi kapal-kapal karam itu telah diketahui keberadaannya, baik secara pencarian ataupun secara tak sengaja terdeteksi oleh sonar kapal yang sedang lewat.

Untuk sebuah pencarian janganlah sepelekan kawasan ini, kawasan segitiga bermuda sangatlah luas, bahkan lebih besar dan lebih luas dari pulau Kalimantan dengan lautan bebas, yang sangat sering dilalui puluhan badai (hurricane) ditiap tahunnya dan kadang juga lautannya berarus kuat.

Kini, semua misteri telah usai, sudah tak ada lagi kecelakaan atau hilangnya pesawat dan kapal laut akibat salah navigasi di segitiga Bermuda hingga saat ini.

Demikianlah, pemaparan dari kami tentang terbongkarnya misteri segitiga bermuda. 

Referensi : indocropcircles

Recent Post

Recent Posts Widget